Penataan Kawasan Danau Aji Pascakebakaran, Warga RT 32 Usulkan 10 Titik Hidran

img

Penataan kawasan Danau Aji pascakebakaran . (foto : kriz)

 

POSKOTAKALTIMNEWS, KUKAR : Warga RT 32, Kelurahan Melayu, Kecamatan Tenggarong, Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) mengusulkan sekitar 10 titik hidran dalam rencana penataan kawasan Danau Aji pascakebakaran.

 

Usulan ini menjadi bagian dari aspirasi warga untuk memperkuat fasilitas penanggulangan kebakaran sekaligus membenahi lingkungan permukiman padat penduduk.

 

Ketua RT 32, Muhammad Malik mengatakan, penentuan titik hidran perlu dibahas bersama warga, terutama untuk memastikan ketersediaan lahan dan kesesuaian lokasi.

 

Pihaknya akan mencari alternatif apabila ada pemilik lahan yang tidak bersedia tempatnya digunakan.

 

“Kalau memang mau dipasang, kami akan mencari tempat terlebih dahulu dan mengomunikasikannya dengan warga. Setelah ada kesepakatan, barulah hidran dipasang di lokasi yang sudah disetujui,” ujarnya saat ditemui di kediamannya pada Senin (19/10/2026).

 

Menurutnya, perkiraan kebutuhan 10 titik tersebut disusun berdasarkan kondisi wilayah RT 32. Namun, realisasinya masih bergantung pada hasil pembahasan teknis dan kemampuan anggaran pemerintah.

 

Ia menyebutkan, sebelumnya pihak Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Disdamkarmatan) Kukar sempat membahas rencana pengaliran air dari Sungai Mahakam melalui Simpang Tiga Maduningrat menuju kawasan Danau Aji.

 

Akan tetapi, kata dia, jangkauan jaringan pipa yang direncanakan belum sampai ke wilayah RT 32.

 

Ia berharap pemasangan hidran dapat dilakukan secara bertahap agar kebutuhan fasilitas penanggulangan kebakaran di wilayahnya dapat terpenuhi.

 

Ia menyadari keterbatasan anggaran memungkinkan pembangunan tidak langsung mencakup seluruh titik yang diusulkan.

 

“Kalaupun nanti kita hanya mendapatkan beberapa hidran, kami akan tetap menerima. Saya berharap program ini bisa berkelanjutan. Jika tahun ini baru bisa direalisasikan tiga hidran, mudah-mudahan tahun depan bisa dilanjutkan lagi hingga kebutuhan sekitar 10 hidran dapat terpenuhi,” kata dia.

 

Ia juga menegaskan, warga pada prinsipnya mendukung penambahan fasilitas penanggulangan kebakaran.

 

Menurutnya, informasi yang menyebutkan masyarakat Danau Aji menolak pemasangan hidran tidak menggambarkan kondisi sebenarnya.

 

Ia menyebut keberadaan tandon air yang telah digunakan warga sebagai salah satu bukti penerimaan masyarakat terhadap fasilitas tersebut.

 

“Kalau memang kami menolak pemasangan tandon dan hidran, otomatis tidak akan ada tandon yang terpasang di kawasan kami. Kenyataannya, tandon sudah ada dan selama ini juga dimanfaatkan masyarakat,” tegasnya.

 

Saat ini, kawasan tersebut memiliki tandon berkapasitas sekitar 5.100 liter yang berasal dari bantuan pemerintah pada 2023.

 

Tandon itu membantu penanganan kebakaran sebelumnya, meskipun air di bagian bawah belum dapat dimanfaatkan secara maksimal karena keterbatasan panjang selang penyedot milik relawan Barisan Relawan Kebakaran (Balakar).

 

Setelah kejadian tersebut, warga kembali menerima bantuan tandon berkapasitas sekitar 5.500 liter dari anggota DPR.

 

Tandon tambahan itu ditempatkan berdampingan dengan fasilitas yang telah tersedia.

 

Selain penyediaan hidran dan tandon, ia berharap penataan kawasan Danau Aji turut memperhatikan kebutuhan dasar permukiman, terutama sistem drainase dan pembuangan air limbah rumah tangga.

 

Berdasarkan informasi yang diterimanya, Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Perkim) Kukar dijadwalkan meninjau kawasan tersebut pada Rabu atau Kamis untuk melihat kondisi lahan dan rencana penataan ke depan.

 

Ia mengingatkan agar perencanaan pembangunan mempertimbangkan sistem saluran air sejak awal, sehingga penataan kawasan tidak menimbulkan persoalan baru bagi masyarakat.

 

“Jangan sampai pembangunan dilakukan, tetapi tidak dipikirkan ke mana air limbah tersebut akan dialirkan. Hal-hal seperti itu seharusnya juga menjadi perhatian dalam penataan kawasan ke depan,” tuturnya. (Kriz)